Subjus

Share all about subjus and more!

PRINSIP KERJA TORQUE CONVERTER

Torque Converter

Artikel hari in membahas:

  • PENGERTIAN TORQUE CONVERTER
  • FUNGSI
  • PRINSIP KERJA TORQUE CONVERTERA

PENGERTIAN

prinsip kerja torque converterTorque converter pada dasarnya sama dengan kopling fluida yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran dari mesin ke transmisi. Selain itu fungsi torque converter juga untuk meredam getaran perpindahan daya, mengerakkan pompa oli, dan sebagai flywheel.  Kalau pada kopling fluida hanya terdiri atas pump impeller yang dihubungkan dengan mesin dan turbine runner yang dihubungkan dengan input transmisi, sedangkan pada torque converter terdapat penambahan komponen yang dipasangkan diantara pump impeller dan turbine runner. Alat tersebut adalah stator. Untuk memaksimalkan kerja stator maka pada poros stator dipasangkan OWC (one way clutch) yang berfungsi untuk mencegah putaran balik stator yang dapat menghambat aliran fluida yang diarahkan oleh stator untuk menggerakkan turbine runner.

Pada generasi sekarang, pada torque converter dilengkapi lagi dengan sebuah komponen yang bernama TCC (Torque Converter Clutch). Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan langsung putaran mesin ke transmisi tanpa melalui media fluida.

Prinsip Kerja Torque Converter  

Pada dasarnya antara kopling fluida dan torque converter Mempunyai prinsip kerja yang sama. Jika sebuah cawan yang terisi dengan minyak  dan selanjutnya jika cawan tersebut diputar maka minyak yang terdapat dalam cawan akan terlempar keluar. Hal ini terjadi karena adanya gaya centrifugal.
Selanjutnya jika bagian atas cawan tersebut ditutup dengan cawan lain yang posisinya digantung, selanjutnya cawan bagian bawah diputar maka pada putaran tertentu cawan bagian atas akan berputar pula.
Pada torque converter, cawan bagian bawah tersebut sama dengan pump impeller, sedangkan cawan bagian atas disebut turbine runner. Diantara pump impeller dan turbine runner dipasangkanlah stator

Konstruksi 

1. Pump Impeller 


Pump impeller disatukan dengan converter case dan converter case dihubungkan ke poros engkol melalui drive plate, ini berarti pump impeller akan berputar saat poros engkol berputar. Pump impeler berfungsi untuk melemparkan fluida (ATF) ke turbine runner agar turbine runner ikut berputar. Pump impeller terdiri dari vane dan guide ring. Guide ring berfungsi untuk membentuk celah yang memperlancar aliran minyak.

2. Turbine Runner 
Turbine runner dihubungkan dengan over drive input shaft transmisi, mi berarti turbine runner berfungsl untuk menerima lemparan fluida dari pump impeller dan memutarkan over drive Input shaft transmisl. Turbine runner terdiri dan vane dan guide ring. Arah vane pada turbine runner bertawanan dengan vane pump impeler.    

3. Stator 
Stator ditempatkan di tengah-tengah antara pump impeller dan turbine runner. Dipasang
pada poros stator yang diikatkan pada transmission case melalul one way clutch. Stator
berfungsi menggarahkari fluida dan turbine runner agar menabrak bagiani belakang vane pump impeller, sehingga membenikan tambahan tenaga pada pump impeller.
One way clutch memungkinkan stator hanya berputar searah dengan poros engkol. Oleh karena itu, stator akan berputar atau terkunci tergantung dan arah dorongan minyak pada vane stator. Saat outer race berputar searah putaran poros engkol, Ia akan mendorong bagian atas sprag. Karena panjang I lebih pendek dan I , maka outer race berputar.

Torque Converter Clutch (TCC) 

ON dan OFF nya TCC dikontrol oleh PCM. Ketika solenoid valve TCC ON, tekanan pada (A) dilepaskan oleh TCC solenoid valve, TCC control valve dengan posisi plunger berada di atas karena adanya tekanan minyak B. Dengan demikian tekanan dan secondary pressure mengalir dibelakang TCC, dan TCC akan terdorong ke depan dan TCC berhubungan. Minyak mengalir dan TCC kembali ke TCC control valve dan dilepaskan keluar sistim. Ketika TCC solenoid valve OFF, tekanan pads A menekan plunger TCC control valve. Akibatnya secondary pressure mengalir ke bagian depan TCC dan mendorong TCC untuk membebaskan hubungan TCC selanjutnya minyak kembali ke control valve.

Planetary Gear Unit 

Fungsi: 

  1. Merubah perbandingan gigi, merubah momen dan merubah kecepatan 
  2. Memungkinkan gigi mundur atau gerakan mundur 

Planetari Gear set mempunyai tiga macam gigi yaitu: 

  1. Ring gear 
  2. Sun gear 
  3. Pinion gear. 

Cara kerja roda gigi 

roda gig kecepatan lambatPerlambatan 
– Ring gear sebagai drive  (penggerak) dan  input putaran
– Sementatra Sun gear ditahan atau berputar berlawanan arah jarum jam
– Carrier sebagai Driven  ( digerakkan ) dan menjadi output putaran
Bila Ring gear berputar searah jarum jam, pinion gear akan berputar mengelilingi Sun gear sambil berputar searah jarum jam. Hal ini menyebabkan putaran Carrier menjadi lambat sesuai dengan banyaknya gigi Ring gear dan Sun gear.  
 

Percepatan 

– Ring gear sebagai Driven   (digerakkan) dan  menjadi output putaran.
– Sun gear posisi Fixed  ( ditahan).
– Carrier sebagai Drive  (penggerak) dan menjadi input putaran.

Bila Sun gear ditaran dan Carrier berputar searah jarum jam, pinion gear akan berputar mengelilingi Sun gear sambil berputar searah jarum jam. Hal ini menyebabkan putaran Ring gear menjadi lebih cepat sesuai dengan jumlah gigi Ring gear dan sun gear.      

Mundur 
roda gigi posisi mundur– Ring gear sebagai Driven ( digerakkan)
– Sun gear sebagai  Drive ( penggerak)
– Carrier dibuat Fixed (ditahan)

Bila sun gear berputar searah jarum jam, pinion gear yang terikat pada carrier akan berputar berlawanan dengan jarum jam dan mengakibatkan Ring gear juga berputar berlawanan arah dengan jarum jam. Pada saat ini Ring gear menjadi lambat sesuai dengan jumlah gigi Sun gear dan ring gear.

Leave a Reply

Your email address will not be published.