Subjus

Share all about subjus and more!

Idle Speed Control Valve (ISC Valve)

Idle Speed Control atau disingkat dengan ISC merupakan salah satu aktuator pada engine EFI yang memiliki fungsi untuk mengatur jumlah volume udara yang masuk ke dalam intake manifold melewati saluran by-pass. ISC ini dikontrol oleh ECU (Elektronic Control Unit). Sekilas antara ISC dengan air valve (buka juga artikel tentang air valve) hampir sama akan tetapi yang membedakan kedua komponen tersebut adalah dari mekanisme pengontrolannya. Pada air valve tidak dikontrol oleh ECU dan pengontrolannya hanya memanfaatkan beberapa komponen pada mesin, sedangkan pengontrolan ISC valve ini sepenuhnya dikontrol oleh ECU. Air valve hanya memiliki fungsi sebagai chooke dan ISC valve sendiri memiliki fungsi untuk menurunkan dan meningkatkan putaran idle (stasioner) ketika mesin mendapat beban, contohnya beban dari sistem AC ataupun beban dari kelistrikan yang lain dan juga ISC valve ada yang berfungsi sebagai chooke elektrik. Tanpa adanya ISC valve pada mesin, ketika mesin mendapatkan beban saat putaran mesin masih idle (stasioner), maka mesin dapat mati. Untuk konstruksi dari penempatan komponen ISC valve dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

ECU dalam melakukan pengontrolan dan menggerakan komponen ISC valve ini terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain jenis stepper motor, jenis rotary selenoid, jenis duty control dan jenis vacum switching valve (VSV) control.
Stepper motor
ISC valve tipe stepper motor ini memanfaatkan motor stepper yang dikontrol oleh ECU untuk mengatur banyaknya volume udara yang dapat masuk ke dalam intake manifold melalui saluran by-pass. Ketika putaran mesin masih idle (stasioner) dan mesin mendapatkan beban, maka ECU akan mengirim sinyal ke stepper motor untuk membuka saluran by-pass valve dengan cara sinyal dari ECU akan memutarkan rotor pada motor stepper, sehingga batang katup akan tertarik dan saluran by-pass akan membuka. Semakin banyak jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold, maka ECU juga akan memerintahkan injektor untuk menambah durasi penginjeksiannya sehingga jumlah bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar juga bertambah. Dengan bertambahnya campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar maka RPM mesin juga akan meningkat (naik).

Ketika kinerja dari mesin dapat mengimbangi beban (pembebanan pada mesin sudah hilang), maka ISC valve akan memperkecil bukaan saluran by-pass sehingga jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold akan berkurang dan ECU akan memerintahkan injektor untuk mempercepat durasi penginjeksiannya sehingga jumlah bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar berkurang. Ketika campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar berkurang maka RPM mesin juga akan menurun. Kontruksi dari ISC valve dengan menggunakan motor stepper dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Rotary Selenoid control
ISC tipe rotary selenoid control ini prinsip kerjanya hampir sama dengan ISC valve tipe stepper motor, hanya saja komponen yang digunakan untuk mengatur besar kecilnya saluran by-pass berbeda. Pada ISC valve tipe rotary selenoid control ini komponen penggeraknya menggunakan rotary dan selenoid. Selenoid berfungsi untuk membangkitkan kemagnetan sehingga rotary dapat bergerak atau berputar, rotary ketika bergerak ini berfungsi untuk mengatur bukaan saluran by-pass yang dibantu dengan plat bimetal yang difungsikan untuk penyeimbang dan sebagai pegas pengembali.

ISC tipe rotary selenoid control ini bentuknya lebih kecil dan kinerjanya lebih baik dalam pengontrolan udara yang masuk melewati saluran by-pass ketika throttle dalam keadaan tertutup. Kontruksi ISC valve tipe rotary selenoid control dapat dilihat pada gambar di bawar ini :
Duty Control
ISC tipe duty control ini menggunakan selenoid untuk pembangkit kemagnetan, menggunakan katup pada saluran by-pass dan menggunakan pegas pengembali. Karakter ISC tipe duty control ini ketika keadaan normal menutup (normaly closed) dan ISC valve akan bekerja ketika mendapatkan sinyal dari ECU. ISC tipe duty control ini tidak dapat difungsikan sebagai chooke elektrik. ISC tipe duty control ini hanya bekerja ketika mesin mendapat beban seperti beban saat AC pertama kali dihidupkan atau beban kelistrikan lainnya. Saat mesin mendapat beban maka ECU akan mengirim sinyal tegangan ke selenoid, sinyal tegangan pada selenoid ini akan membuat atau membentuk kemagneten pada selenoid sehingga selenoid dapat menarik katup penutup pada saluran by-pass. Ketika beban mesin sudah hilang maka ECU akan mengurangi sinyal tegangan yang dikirimkan ke selenoid ini sehingga kemagnetan pada selenoid akan semakin hilang seiring dengan berkurangnya sinyal tegangan dari ECU. Ketika selenoid sudah tidak mendapatkan sinyal tegangan dari ECU maka katup akan kembali menutup saluran by-pass yang dibantu oleh pegas pengembali. Kontruksi ISC valve tipe duty control dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

VSV Control
ISC tipe vacum switching valve (VSV) control ini memiliki komponen dan cara pengontrolan saluran by-pass yang hampir sama dengan ISC tipe duty control, hanya saja perbedaannya terdapat pada sinyal tegangan input dari ECU yang digunakan untuk mendeteksi pembukaan katup ISC. Sinyal yang digunakan oleh ECU untuk mengatur pembukaan katup ISC ini mengambil inputan dari nilai kevakuman di intake manifold. ISC tipe vacum switching valve (VSV) control ini juga tidak dapat difungsikan sebagai chooke elektrik. ISC valve tipe VSV control dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published.