Subjus

Share all about subjus and more!

Alasan Kenapa Mesin EFI Lebih Irit Dalam Konsumsi Bahan Bakarnya Dibandingkan Dengan Mesin Karburator

Banyak orang yang mengatakan bahwa mesin EFI lebih irit dalam konsumsi bahan bakarnya dibandingkan dengan mesin yang masih menggunakan karburator. Memang benar mesin EFI lebih irit konsumsi bahan bakar bensinnya dari pada mesin yang masih menggunakan karburator, alasan kenapa mesin EFI lebih irit dibandingkan dengan mesin konvensional yang menggunakan karburator antara lain karena :
Pengabutan bahan bakar bensinnya yang lebih baik
Pengabutan bahan bakar bensin pada mesin yang masih menggunakan karburator tergantung dari aliran udara dan temperatur/ suhu lingkungan sehingga ukuran dari droplet bahan bakar (butiran-butiran bahan bakar) masih terlalu besar. Padahal ukuran dari droplet ini akan mempengaruhi kualitas pembakaran yang terjadi di dalam silinder. Pada mesin EFI bahan bakar akan dikabutkan oleh injektor dengan tekanan tertentu sehingga droplet yang terjadi akan lebih halus sehingga memudahkan bercampurnya udara dengan bahan bakar.
Pembentukan campuran bahan bakar bensin yang lebih homogen pada setiap silinder mesin
Panjang dari intake manifold pada mesin yang jumlah silinder lebih dari dua, panjang dari intake manifold tidaklah sama antara satu silinder dengan silinder lainnya. Apabila mesin masih menggunakan karburator maka dapat menyebabkan pendistribusian campuran bahan bakar dan udara yang tidaklah sama pada setiap silindernya. Permasalahan ini dapat di atasi oleh mesin EFI yang menggunakan sistem Multi Point Injection (MPI) dan Gasoline Direct Injection (GDI) karena pada setiap silinder mempunyai satu buah injektor sehingga distribusi campuran bahan bakar dan udara pada setiap silindernya akan sama dan akan menyebabkan campuran lebih homogen.
Perbandingan campuran bahan bakar bensin dan udara yang sesuai (tepat) dapat diperoleh pada semua tingkat kecepatan mesin
Pada mesin yang masih menggunakan karburator, pengontrolan perbandingan campuran bahan bakar dan udara belum dapat dikontrol secara tepat pada semua tingkat putaran mesin. Pada mesin karburator pengontrolannya dibagi menjadi beberapa sistem antara lain sistem putaran lambat, first high speed system, secondary high speed system dan sistem lain-lain. Di mana campuran bahan bakar dengan udara selama perpindahan dari satu sistem ke sistem yang lainnya dibuat lebih kaya untuk mencegah terjadinya ketidaknormalan (backfiring dan tersendat) yang mungkin dapat terjadi selama proses perubahan dan juga untuk menghindari adanya ketidaksamaan yang lebih besar antar tiap silinder. Sedangkan pada mesin EFI, pengaturan campuran bahan bakar dengan udara diatur oleh ECU berdasarkan kebutuhan mesin sehingga perbandingan campuran bahan bakar dengan udara yang dibutuhkan mesin dapat diperoleh pada semua tingkat kecepatan mesin.

Adanya koreksi campuran bahan bakar bensin dan udara
Pada mesin yang masih menggunakan karburator tidak memiliki sistem pengoreksi hasil pembakaran, tetapi pada mesin EFI terdapat komponen yang dapat mengoreksi hasil pembakaran yaitu dengan menggunakan sensor oksigen (tidak semua mesin EFI yang terdapat sensor ini).

Penghentian penginjeksian bahan bakar
Pada mesin yang masih menggunakan karburator ketika mesin tersebut melakukan deselerasi maka volume udara yang masuk kedalam manifold akan berkurang karena throttle gas tertutup dan kevakuman di intake manifold akan bertambah besar sehingga bahan bakar bensin yang terhisap akan semakin banyak. Hal ini akan menyebabkan campuran bahan bakar dan udara menjadi gemuk atau kaya padahal pada keadaan deselerasi campuran yang kaya tidak dibutuhkan. Campuran yang kaya ketika deselerasi selain membuat boros bahan bakar juga akan meningkatkan emisi gas buangnya berupa naiknya HC. Sedangkan pada mesin EFI keadaan ini dapat diatasi dengan penghentian penginjeksian sementara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.